Rabu, 09 Mei 2012

Makalah CTL Pendidikan Agama Islam


CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM PEMBELAJARAN PAI
Oleh: Muhammad Nuruddin, S.Pd.I

A.      Latar Belakang
Pendidikan menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan manusia dapat meningkatkan pola fikirnya, terlebih untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan menantang. Warga negara Indonesia perlu memiliki kepribadian, ketrampilan, dan kompetensi tertentu agar mereka dapat menghadapi dan mengatasi kecenderungan yang tidak di inginkan serta dapat mendorong kecenderungan yang di inginkan yang tumbuh dari tata kehidupan yang semakin mengglobal. Dalam proses pendidikan sendiri mempunyai beberapa tujuan, diantaranya menggali dan mengembangkan potensi iman atau fitrah manusia dalam bentuk manusia berakhlak mulia..[1]
Hal ini sesuai dengan UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab VI bagian kesembilan pasal 30 merumuskan bahwa  Pendididkan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaranagama islam dan atau menjadi ilmu agama.[2]  dengan landasan ini, pendidikan harus terus di upayakan, di laksanakan melalui proses pembelajaran, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sedang untuk mengembangkan pikiran dan perasaan manusia harus didik dalam proses kependidikan agama perlu di desain model pembelajaran. (M. Arifin, 1995:73).
Sehingga apa yang menjadi tujuan dari proses pembelajaran itu sendiri dapat dicapai. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, dalam interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor formal yang datang dari dalam individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungannya. (Mulyasa, 2003:73).[3]
Harus kita sadari pelaksanaan pendidikan di Indonesia pada umumnya masih menempatkan guru sebagai sumber ilmu pengetahuan. Metode cerita dan ceramah dianggap sebagai pilihan strategi pembelajaran yang bisa mengatasi masalah, terutama untuk mata pelajaran ilmu sosial atau pendidikan agama, kebanyakan guru merasa kesulitan mencari cara pembelajaran yang efektif dan disini guru harus bisa mememiliki strategi pembelajaran yang tepat sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Selain itu guru harus bisa mengemban tugas yang paling utama, yaitu mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik (Mulyasa, 2003:73).
Sedangkan pendidikan Islam yang diselenggarakan dewasa ini lebih menekankan pada dataran kognitif saja, belum sampai ranah afektif dan psikomotorik. Padahal penerimaan ajaran Islam tanpa banyak komentar adalah pendekatan yang ta'abudi, yaitu pendekatan yang mengabaikan illat hukum dan hikmah tasyri', ajaran Islam harus didekati secara ilmiah dan rasional. (Adnana Kamal, 1996:16)
Dari latar belakang tersebut ditegaskan bahwa pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dalam pemberian materi kepada siswa. Dimana pendekatan ini merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia  nyata.(Depdiknas, 2002:01).
Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari konsep tersebut ada tiga hal yang perlu dipahami. Pertama, CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL, tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Kedua,  CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan. Ketiga, CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaimana materi itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk diotak dan kemudian dilupakan, akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. (Wina Sanjaya, 2005:109-110).

B.       Kajian Pustaka
1.         Contextual Teaching and Learning (CTL)
a.    Pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL)
Pernbelajaran kontekstual (Contextual Teaching  and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Muhyi Batubara, 204:101). Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa.


KARYA LEBIH LENGKAP DAPAT DI DOWNLOAD GRATIS DI:
http://www.ziddu.com/download/19351930/1.CTLpemb.PAI.docx.html

1 komentar:

  1. mohon izin mas ngopi ? Semoga ilmumu bermanfaat bagi umat amiiin

    BalasHapus